Seorang ayah tiri berinisial RR, 30 tahun, diduga nekat melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak di bawah umur dan mengancam akan membunuh jika korban mengadu.
Warga Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor : LP/141/XII/2021/SPKT/Polres Sijunjung/Polda Sumatera Barat tanggal 7 Desember 2021.
“Kejadian tersebut terungkap dari kecurigaan ibu kandung korban yang melihat anaknya yang sering melamun,” kata Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani, Rabu (8/12/2021).
Abdul mengungkapkan, pelaku sudah berulang kali melakukan tindakan bejatnya tersebut sejak tahun 2020 hingga korban pindah rumah.
“Usai pindah, pelaku kemudian melakukan aksi serupa karena jarak tinggal mereka hanya berkisar 150 meter,” ungkapnya.
Diancam Dibunuh
Pelaku RR baru bisa ditangkap polisi usai pulang dari ladang tempat dia bekerja dan di rumahnya.
Pelaku bahkan mengancam korban dengan sebilah pisau dan mengancam akan membunuhnya jika melaporkan tindakannya siapapun.
“Bahkan, dalam salah satu aksi bejatnya itu, pelaku sampai mempelintir tangan kanan korban hingga mengalami cidera pada bahu,” tutur Abdul.
Saat ini, pelaku sudah ditahan di Polres Sijunjung. Polisi menyita barang bukti (bb) berupa sebilah pisau dorong dan satu selimut.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K, M.M, beserta jajaran didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Jon Hardi, Kadis Kominfo Edy Murdani, Camat Ranah Batahan Syahwirman, serta Forkopimca Ranah Batahan dan stakeholder terkait lainnya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kegiatan Sumatera Barat Sadar Vaksin (Sumdarsin) ke 6 di Ranah Batahan, Sabtu, (4/11/2021)
Sebanyak 5 gerai vaksinasi yang disediakan oleh Pemerintah setempat di lokasi Sumdarsin 6 yang diserbu oleh masyarakat.
AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K, MM mengatakan hal ini dilakukan adalah untuk menciptakan herd imunity, dan menekan laju pertumbuhan Covid-19 di Sumbar khusunya di Pasaman Barat. Selain itu, masyarakat yang belum divaksin juga diminta untuk melakukan vaksinasi di gebyar vaksin yang digelar oleh pemerintah.
Sungguh bejat sekali perbuatan FE (39) warga Jorong Sungai Landai Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu. Tanpa belas kasihan, ia tega mencabuli darah daging sendiri berulang-ulang di rumahnya sendiri. Tak terima dengan perbuatan ayah kandungnya tersebut ia lalu menceritakan peristiwa yang ia alami kepada ibunya.
Ibu korban yang mendengar pengaduan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah tersebut shock,dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bukittinggi. Akibat perbuatannya, FE ditangkap Tim Kerambit Sat Reskrim Polres Bukittinggi.
Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara melalui Kasubag Humas AKP R Sitinjak Kamis (2/12) membenarkan peristiwa tersebut. Penangkapan FE sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/305/XI/2021/SPKT/Polres Bukittinggi/Polda Sumbar tanggal 30 November 2021. Pelapor berinisial Met, terkait dugaan tindak pidana perbuatan cabul yang terjadi pada Minggu 28 November 2021 sekira pukul 03.00 Wib yang bertempat di dalam rumah yang beralamat di Sungailandai Nagari Cingkariang, Kabupaten Agam.
Setelah mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti, Tim Kerambit Sat Reskrim Polres Bukittinggi mendatangi pelaku FE ke rumahnya, dan meringkusnya pada Selasa (30/11).
Dari keterangan pelaku ia mengakui perbuatannya yakni dengan cara meraba-raba payudara dan memegang pantat korban, serta menggesek-gesekkan kelaminnya ke pantat korban hingga mengeluarkan cairan sperma.
Perbuatan bejat tersebut tidak hanya satu kali, bahkan berulang kali, ketika keadaan rumah sedang sepi. Sehingga ia dengan leluasa melakukan aksi bejatnya. Karena ketagihan, ia tidak sadar bahwa yang dicabulinya adalah anak kandungnya.
Kini ia menyesali perbuatannya, namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur, ia harus menerima sanksi hukum. AKP R Sitinjak menambahkan kini tersangka masih dalam proses penyidikan. “Tersangka FE kita sanksikan pasal Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.
Sementara, Personil Satreskrim Polres Agam Bripka Algino Ganaro membenarkan penangkapan ini.
“Betul, pelaku sudah kita tangkap tadi. Ada 2 orang yang kita tangkap, namun 1 orang kabur,” jelas Bripka Algino Ganaro.
Kata Ganaro, pelaku ditangkap di daerah Muko-muko, Kecamatan Tanjung Raya.
“1 orang atas nama R ditangkap saat sedang minta sumbangan, sementara seorang lagi atas nama H, pelaku penusukan, kita tangkap di depan MTSN ,” kata Ganaro.
Sementara seorang pelaku lain yakni F, kata dia, berhasil melarikan diri.
“Sepeda motor yang dirampas sudah kita diamankan, jadi kita membantu mengamankan dengan kerjasama Polres Bukittinggi,” kata Ganaro.
Kawanan begal ini beraksi dengan merampas motor tukang ojek di daerah Kapau, Polres Bukittinggi pada Selasa 30 November 2021.
Modusnya, dengan pura-pura minta diantar ke Kapau dengan menawarkan sewa 20 ribu kepada tukang ojek tersebut dari Pasar Banto.
Sesampai di TKP, pelaku sudah ditunggu rekannya, dan merampas sepeda motor revo milik korban.
Tak hanya merampas, pelaku juga melukai tukang ojek dengan pisau dan mengakibatkan luka.
di langsir dari Diskominfo pasaman barat– Berdasarkan surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) nomor 414.5/976/DPMD/ 2021, menyatakan bahwa Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Karya Mandiri Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) meraih juara 1 tingkat Provinsi Sumbar.
Selain itu, sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumbar nomor 414.3-565-2021 tentang penetapan juara lomba Posyantek berprestasi tingkat Provinsi Sumbar tahun 2021 diputuskan bahwa Posyantek Karya Mandiri Pasbar berada di peringkat I dengan nilai 702,67. Disusul oleh Posyantek Bakisa Tanah Datar peringkat II dengan nilai 660,22 dan peringkat III Posyantek Maruna Padang Panjang dengan nilai 620,20.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Pasaman Barat Randy Hendrawan mengatakan bahwa Ketua Posyantek Karya Mandiri Nagari Kapa, Suyono telah berhasil mengharumkan nama Pasbar. Posyantek Karya Mandiri tersebut berdiri sejak 4 April 2016 berdasarkan musyawarah Nagari Kapa.
Posyantek Karya Mandiri Nagari Kapa mempunyai lahan peternakan dan berbagai tempat yang bisa di buat untuk instalasi biogas dan juga mempunyai tempat pelatihan bagi masyarakat. Mulai dari mahasiswa, anak sekolah SMK yang magang.
Ia menyebutkan teknologi yang dihasilkan Posyantek Karya Mandiri Nagari Kapa, diantaranya teknologi tepat guna alat pengujian unsur hara tanah, mesin peralatan pembuat pakan ternak dan pembakaran arang.
Selain itu juga alat inovasi, diantaranya alat instalasi biogas, alat pencacah rumput dan alat multifungsi. Selain itu kegiatan pelatihan posyantek, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, pelatihan pengelolaan budi daya ikan air tawar dan pembuatan pakan terna.
“Tentunya terimakasih kita ucapkan kepada tim Posyantek Karya Mandiri, yang dipimpin oleh Pak Suyono sebagai perwakilan Kabupaten Pasbar telah mendapatkan prestasi terbaik 1 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Posyantek Karya Mandiri bisa berkontribusi terhadap masyarakat sekitar dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mempercepat alih teknologi dari sumber kepada pengguna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi UMKM. Pada akhirnya mampu meningkatkan daya saing produk serta mensejahterakan masyarakat,”katanya.
Posyantek Karya Mandiri beralamat di Jorong Padang Laweh Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Ia berharap Posyantek Karya Mandiri terus berprestasi karena sudah banyak berbuat untuk masyarakat.
Ia mengatakan Posyantek di Pasaman Barat ada 19 Posyantek dan Posyantek Karya Mandiri yang mewakili Pasaman Barat ke tingkat provinsi.
Sementara itu, Pj Wali Nagari Kapa Edi Hartono mengatakan bahwa Posyantek Karya Mandiri Nagari Kapa telah meraih dan mengharumkan nama Pasbar dan Nagari Kapa. Melalui Teknologi Tepat Guna (TTG) tersebut pihaknya akan memanfaatkan sumber daya yang ada di nagari, termasuk Posyantek Karya Mandiri.
“Saat ini Posyantek Karya Mandiri sudah menghasilkan 10 ton pupuk organik sebulan. Jika ada bantuan alat dari pemerintah pusat, atau Dana Alokasi Khusus (DAK) maka akan dikembangkan lebih luas serta bisa membuka lapangan pekerjaan,”kata Edi Hartono.
Ia melanjutkan, pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi tersebut bisa digunakan untuk sawit, jagung dan tanaman lainnya. Apalagi saat ini pupuk subsidi dari pemerintah susah di dapatkan oleh petani.
“Kita berharap Posyantek Karya Mandiri Kapa bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih. Karena mempertahankan itu juga sulit dari mendapatkan. Prestasi itu juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi yang lainnya,”ujar Edi Hartono.
Hari kedua operasi pencarian, Selasa (30/11) sekitar pukul 10.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang pria yang dikabarkan jatuh di jurang Kelok Jariang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Diketahui identitas laki-laki itu bernama Tengku Iskandar (44) warga Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Padang, Asnedi mengatakan korban ditemukan dalam keadaan selamat sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal.
Sebelumnya, pihak Polsek Bungus Teluk Kabung menerima laporan seorang pria yang jatuh di Kelok Jariang pada Senin, (29/11).
Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Zamzami, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari istri pria tersebut yang mengetahui keadaan suaminya dari orang lain yang mengangkat panggilan teleponnya
Sijago merah kembali beraksi, Telah terjadi kebakaran sebuah rumah dan depot air minum isi ulang di Panorama Baru, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kota Bukittinggi sekitar jam 03:45 WIB, Selasa 30/11.
Api pertama terlihat dari kandang bunga.
Untuk memadamkan api, Damkar Bukittinggi menurunkan seluruh unit armada dan 2 bantuan dari armada Damkar Kab. Agam.
Seorang driver ojek yang biasa mangkal di pasar banto Bukittinggi menjadi korban pembegalan. Pelakunya yakni penumpangnya sendiri. Korban adalah Hatta 50 thn, Korban mengalami luka pada jari jaringan akibat mengengam serta menangkis sabetan senjata tajam terhadap pelaku
Korban dibegal pada Selasa, 30/11/21, sekitar pukul 04.00 WIB, subuh saat mengantar penumpang sekaligus pelaku dari dari Pasar Banto, Bukittinggi, Ketika melintas di jalan Nagari Kapau, korban dibegal oleh pelaku yang berjumlah 2 orang.
Dengan kronologis kejadian dari korban mendapatkan penumpang dari pasar banto pada dini hari pukul 03.30 wib untuk di antar ke Kapau, di tengah perjalan jln lurus (dekat loneng) pelaku mengatakan kepada korban, kalau ada temannya yang sedang berjalan, kemudian korban Hatta menghentikan motornya.
Ketika itu teman pelaku meminta duit kepada Hatta, seratus Ribu Rupiah, sambil mencekik leher korban, karena tidak bisa memberikan uang pelaku menodongkan pisau ke korban Hatta, Hatta berusaha menangkis serangan dengan mengengam pisau tersebut, sehingga jari jarinya terluka, ungkap Korban, kemudian Pelaku merampas sepeda motornya Revo Absolute warna Hitam, dengan Nopol BA 2217 LS.
Dengan tangan terluka Hatta berjalan sejauh lebih kurang 300 meter dekat heluer, untuk meminta pertolongan, Pada saat sesudah kejadian Hatta melihat mobil pribadi, untuk mengantar nya ke puskesmas terdekat, namun mobil tersebut terus melaju barangkali di kira modus, terang Hatta.
Berselang beberapa lama lewat mobil pick up orang mencari mangis, ujarnya, sopir tersebut mengantar ke puskesmas kapau, lantaran tutup Hatta di larikan ke puskesmas Pekan Kamis, dan melaporkan kejadian ke petugas piket Polsek Tilkam, yang berhadapan dengan Puskesmas Pekan Kamis, dan pada akhirnya Hatta di bawa ke RSAM oleh petugas piket Polsek Tilkam
Satreskrim Polres Payakumbuh mengamankan dua pelaku jambret di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Kedua pelaku ditangkap di rumah masing-masing, kata Kasat Reskrim AKP Akno Pilindo, Senin (29/11/2021).
Masing-masing kedua pelaku berinisial DR (26 tahun) tertangkap di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, adapun DF, (32 tahun) tertangkap di Payakumbuh Barat.
“Rata-rata korban mereka kaum perempuan saat mengendarai sepeda motor,” kata AKP Akno Pilindo.
Pelaku jambret melakukan aksi mereka ketika korban sedang berkomunikasi, lengah dengan menarik paksa barang berharga milik korban.
“Keduanya menggunakan sepeda motor saat beraksi dan sudah banyak titik atau lokasi mereka,” kata AKP Akno Pilindo.
Adapun lokasi penjambretan dilakukan para pelaku jambret di kawasan Ibuah atau Batang Agam kemudian di kawasan Bukit Sitabur. Sejumlah barang bukti telah diamankan, seperti dua unit handphone, satu uni sepeda motor dan semua hasil curian.
Banyak yang berpendapat kalau legenda Sampuraga hampir sama dengan legenda Malin Kundang, anak laki-laki yang durhaka terhadap ibunya lalu mendapat kutukan dari Tuhan. Jika Malin Kundang dikutuk menjadi batu, maka Sampuraga dikutuk tewas tenggelam dalam banjir besar.
Mengutip situs PariwisataSumut.net, legenda Sampuraga bermula dari desa tempatnya tinggal di Padang Bolak.
Karena ingin mengubah nasib, ia meninggalkan ibunya untuk merantau ke Kerajaan Silanjang di Desa Sirambas.
Atas ketekunan dan kejujurannya, Raja Silanjang lalu memodali Sampuraga untuk membuka usaha.
Usaha Sampuraga berjalan dengan sukses. Raja Silanjang semakin terpukau dan menjodohkan ia dengan anak perempuannya. Sampuraga menyetujui perkawinan tersebut.
Kabar pesta pernikahan yang berlangsung meriah terdengar hingga Padang Bolak.
Ibu Sampuraga lalu mendatangi lokasi pesta, namun Sampuraga tak ingin mengakuinya karena tampilannya yang lusuh dan miskin. Ia bahkan mengusirnya.
Ibu Sampuraga yang bersedih hati lalu mengadu dan berdoa kepada Tuhan.
Tak lama, langit menghitam, badai besar datang, dan hujan turun tanpa henti. Kerajaan Silanjang tenggelam dalam banjir.
Beberapa hari setelah hujan reda, Kerajaan Silanjang musnah dari Bumi. Yang tersisa hanya onggokan tanah dan bebatuan kapur dengan mata air panas di bawahnya.
Kolam air panas yang berlokasi di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, itu kini dikemas sebagai objek wisata Sampuraga Madina.
Pengunjung yang datang bisa melihat air panas berbuih dengan tempratur sekitar 90-100 derajat Celcius.
Pengelola sudah membangun pagar di sekitar kolam air panas tersebut, sehingga pengunjung tetap bisa menatapnya dengan aman dan nyaman dari kejauhan.
Legenda si anak yang durhaka Sampuraga juga terdengar dari daerah lain, tepatnya di dalam cerita suku Dayak Tomun, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Dalam kisah versi ini, Sampuraga diceritakan tewas saat perahunya karam. Kini perahu karam itu disebut membantu menjadi Bukit Sampuraga.
Berkunjung ke Kota Bukittinggi, tak lengkap rasanya bila tak menyaksikan keindahan Lembah Harau. Nama Harau diyakini berasal dari kata parau, yang berarti suara serak.
Konon, daerah ini sering diterpa banjir dan tanah longsor yang yang menimbulkan teriakan. Saking seringnya berteriak, perlahan suara warga di sini menjadi serak. Dengan ciri khas suara serak ini, orang-orang akhirnya menyebut daerah tersebut dengan ‘orau’, kemudian berganti nama menjadi ‘arau’ hingga akhirnya menjadi ‘harau’.
Jika bicara soal keindahan, Lembah Harau tidak perlu diragukan lagi. Banyak orang menyebut keindahan Lembah Harau mirip dengan Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat
Adapun Lembah Harau terbagi dalam tiga area, yakni Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Setiap area memiliki nuansa objek wisata yang berbeda.
Tebing curam yang indah
Lembah Harau dikelilingi tebing granit terjal setinggi 100 sampai 500 meter. Keindahan tebing ini semakin sempurna kala berpadu dengan pemandangan alam yang asri dan menawan, seperti bentangan sawah dan pohon yang masih hijau dan rimbun. Tebing inilah yang selalu mengundang para fotografer datang dan mengabadikan keindahannya.
Air terjun
Di Lembah Harau, terdapat sembilan air terjun yang terbagi-bagi atas beberapa area. Setiap air terjun memiliki ketinggian yang berbeda-beda, yakni antara 50-90 meter.
Di area Aka Barayun, terdapat tiga buah air terjun yang salah satunya diberi tambahan kolam renang. Sementara di area Sarasah Bunta terdapat air terjun, yakni Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Angek. Penduduk sekitar percaya bahwa mandi atau membasuh muka di Sarasah Aie Luluih dapat mengobati berbagai penyakit dan menjadikan wajah cantik serta awet muda. Ada juga air terjun Sarasah Bunta yang menjadi favorit.
Panjat tebing
Pagar tebing berbatu yang terjal dan memiliki relief menantang, tak heran bila Lembah Harau juga terkenal sebagai salah satu spot panjat tebing terbaik. Ada 300 titik panjat tebing di lembah ini, dengan kecuraman mencapai 90 derajat. Area paling berpotensi adalah Resort Aka Barayu, karena memiliki perbukitan berbatu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo).
Cagar alam
Lembah Harau berdiri di area seluas 270,5 hektar. Daerah ini resmi ditetapkan sebagai cagar alam pada 10 Januari 1993. Di sini, owa, kera serta berbagai satwa liar masih berkeliaran bebas. Ada pula monyet ekor panjang yang merupakan satwa endemik Sumatera, juga ada di sini.
Nuansa Eropa
Lembah Harau tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tapi juga spot wisata kekinian, yakni Harau Dream Park. Saat berada di sini, kamu akan merasa seperti berada di luar negeri, karena terdapat replika Menara Eiffel, kincir angin Belanda, Jembatan San Fransisco di Amerika, Rumah Norwegia berwarna-warni dan Stone Henge.
Ada juga beragam wahana menarik lain seperti paralayang, balon udara, sampan, sepeda terbang, sepeda air dan ATV.
Lokasi Lembah Harau
Lembah Harau terletak di posisi yang strategis. Artinya, kamu dapat menjangkaunya dengan mudah. Ya, Lembah Harau berada persis di pinggir jalan raya yang menghubungkan Bukittinggi (Sumatera Barat) ke Pekanbaru (Riau).
Lembah Harau terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Terletak sekitar 138 km dari Padang, sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk masuk ke kawasan Lembah Harau, kamu harus membayar tiket masuk Rp20.000 per orang.
Fasilitas di Lembah Harau
Fasilitas di Lembah Harau sudah cukup lengkap. Kamu bisa menemukan homestay, tempat camping, tempat makan, mushola, dan toilet. Kamu juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling Lembah Harau
Kecelakaan tunggal, Truk Fuso plat BA 8743 AU tabrak rumah warga di Kampung Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kec. Pancung Soal, Kab. Pesisir Selatan sekitar jam 05:00 WIB, Sabtu 27/11.
Kecelakaan diduga disebabkan karena sopir dalam keadaan mengantuk sehingga menabrak rumah warga yang berada persis di pinggir jalan raya tersebut.
Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan hanya menyebabkan kerusakan fisik pada bangunan.
Polsek IV Jurai amankan belasan botol minuman keras (miras) ilegal dalam Operasi Pekat Singgalang 2021.
Dalam kegiatan tersebut, Unit Reskrim Polsek IV Jurai berhasil menyita minuman keras dari dua lokasi yang berbeda.
Kanit Reskrim Polsek IV Jurai Aipda Handre mengungkapkan, bahwa pengamanan belasan motol miras ilegal tersebut dilakukan pada Senin (22/11/2021).
Ia mengungkapkan, minuman keras tersebut disita dari dua orang penjual.
“Yaitu, YD (26) merupakan warga Nagari Sago Salido dan AH (58) warga Nagari Painan Selatan,” ujar Handre seperti dilansir dari tribratanews.sumbar.polri.go.id, Selasa (23/11/2021).
Kemudian, ia menambahkan, bahwa dari YD, polisi mengamankan 10 botol minuman keras merek Newpot.
Sedangkan dari AH, polisi berhasil mengamankan dua botol besar minuman dengan merek Teacher’s dan Vibe. Serta tiga botol minuman dengan merek Newpot.
“Saat ini barang bukti yang ditemukan sudah diamankan di Mako Polsek IV Jurai,” ucap Handre.
Untuk penjual terangnya, diberikan peringatan secara tertulis dan berjanji tidak akan menjual miras lagi dikemudian hari.
“Apabila yang bersangkutan mengulangi perbuatannya maka akan diproses menurut hukum yang berlaku,” tuturnya.
Kemudian, Handre mengajak masyarakat agar dapat bekerja sama dalam memberantas kejahatan penyakit masyarakat di wilayah hukum Polsek IV Jurai
Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K didampingi oleh Forkopimca Kinali meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kegiatan Sumatera Barat Sadar Vaksin (Sumdarsin) di lapangan bola kaki Padang Canduh Kecamatan Kinali.
Sebanyak 8 gerai vaksinasi yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di lokasi Sumdarsin 4 diserbu oleh lansia dan pelajar.
AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K mengatakan ini adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19, salah satunya dengan melakukan vaksinasi.
“Hal ini bertujuan agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat tercapai sehingga fatalitas Covid-19 dapat ditekan,” ucap Aries Purwanto.
Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang datang untuk melaksanakan vaksinasi.
Kapolres berharap sampai akhir tahun nanti target vaksinasi dapat tercapai dan tahun 2022 masyarakat sudah divaksin secara keseluruhan.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk dapat mendatangi lokasi yang telah disediakan dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) .
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.
kasat reskrim polresta padang mengungkap modus dan motif oknum guru ngaji berinisial mem, 59 tahun, melakukan pencabulan, semua korban yg di duga 14orang bocah laki laki di kawasan tarandam, kecamatan padang timur, kota padang
“jadi pelaku mengajak anak ini ke kamarnya yg ada dalam musholla setelah di punjamkan hp, di sana lah dia melakukannya”
pelaku hampir saja di amuk masa yg geram, beruntung pihak ke polisian yg cepat mengetahui dan mengamankan pelaku
untuk kasus ini pihak ke polisian masih mendalami kejadian perkara
Terjadi kebakaran rumah di Tungka, Kec. Patamuan, Kab. Padang Pariaman sekitar jam 23:30 WIB, Jumat 19/11
Menurut sumber pemberi informasi, lebih dari 5 unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api yang membakar 1 unit rumah tersebut.
Belum diketahui penyebab kebakaran serta nilai kerugian yang dialami akibat kebakaran ini.
satu ekor buaya terlihat oleh warga di jorong tampus, ujung gading pasaman barat, warga jorong tampus setempat, yg takut akan ada korban, sehingga masyarakat setempat menangkapnya dan berhasil di selamatkan
buaya yg sudah di selamatkan di tempatkan di salah satu rumah warga, pak camat ujung gading pak saparudin dan pak watriman zani juga mengunjungi dan melihat buaya tersebut,
buaya tersebut telah di jemput dan di serahkan kepada bksda sumbar
satu ekor buaya terlihat oleh warga di jorong tampus, ujung gading pasaman barat, warga jorong tampus setempat, yg takut akan ada korban, sehingga masyarakat setempat menangkapnya dan berhasil di selamatkan
buaya yg sudah di selamatkan di tempatkan di salah satu rumah warga, pak camat ujung gading pak saparudin dan pak wafriman zani juga mengunjungi dan melihat buaya tersebut,
Telah terjadi kecelakaan tunggal truk canter yang tidak kuat menanjak kemudian mundur dan terjun ke jurang di Sitinjau Lauik Kec. Lubuk Kilangan Kota Padang, Jumat (sore) 19/11.
Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Supir dan kernet truk sudah dievakuasi oleh warga setempat dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim gabungan Satreskrim Polres Pesisir Selatan berhasil menangkap pelaku yang merupakan dua remaja pelaku pembunuhan driver taksi online Maxim.
Teka-teki pelaku pembunuhan seorang driver tranportasi online Maxim asal Padang yang jasadnya ditemuka di dekat Jembatan Api-Api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (4/11) sekitar pukul 02.00 WIB, akhirnya terungkap.
“Pelakunya ternyata 2 orang remaja warga Padang, masing-masing berinisial H (18) dan A (19). Kedua pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Kasatreskrim Polres Pesisir Selatan, AKP Hendra Yose mengatakan, pelaku H diamankan di Pekanbaru, Riau dan A di Solok Selatan.
“Kasus ini murni perampokan atau pencurian dengan kekerasan,” kata Hendra Yose, Kamis (18/11/21)
Dikatakannya, pelaku H diamankan pada hari Senin (15/11) sekitar pukul 18.15 WIB di Pekanbaru. Sementara A diamankan pada Rabu (17/11) di Solok Selatan, Lubug Gadang, Kecamatan Sangir.
Dijelaskannya, terungkapnya pembunuhan keji itu berawal dari pelacakan pemesanan di aplikasi milik korban.
“Kita mendapati pemesanan terakhir dari pusat Kota Padang menuju arah Pesisir Selatan,” terangnya.
“Kedua pelaku berniat merampas barang-barang milik korban dengan melumpuhkan korban menggunakan senjata tajam,” lanjutnya.
Usai melancarkan aksinya kedua pelaku kemudian kabur dan meninggalkan mobil korban di daerah Sungai Penuh untuk menghilangkan jejak.
Diketahui, korban bernama Agung Kurniawan (46) warga jalan Proklamasi Terandam Padang.
Jenazah tanpa identitas ditemukan tersangkut di aliran Sungai Batang Pasaman, sekitar kampung Rantau Panjang, Nagari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (18/11/21).
saat ditemukan korban dalam posisi tersangkut di sekitar sungai. Korban memakai baju hitam motif batik dan celana hitam. Kejadian yang berlangsung pagi itu sontak menarik perhatian warga.
Warga kemudian melaporkan ke Polisi dan dinas terkait guna penyelidikan lebih lanjut. Evakuasi terhadap jenazah dari lokasi menuju rumah sakit dilakukan setelah tim sampai di lokasi.
Kapolres Pasaman Barat AKBP M Aries P melalui Kapolsek Pasaman IPTU Rosminarti mengatakan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung menuju lokasi. Informasi didapat dari warga yang hendak pergi ke kebun.
“Tim mendapatkan informasi dari masyarakat yang hendak menuju kebun,” kata Kapolres.
Dijelaskan, jenazah memiliki ciri-ciri cincin di jari jempol sebelah kanan. Pihaknya belum dapat memastikan cincin yang dipakai emas atau besi karena menyatu dengan kulit korban. Cincin juga tidak bisa dilepas.
Tim juga menemukan uang sebanyak Rp 57.000 di kantong celana depan sebelah kanan. Usia korban diperkiraan sekitar 35 tahun atau 40 tahun. Tinggi korban sekitar 168 CM dengan berat 70 kilogram.
Pasca kejadian, jenazah korban langsung di bawa ke RSUD Pasaman Barat guna otopsi dan pemeriksaan korban. Hinga berita ini diturunkan belum ada informasi orang hilang.
bandara Pusako Anak Nagari yang terletak di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Di bandara ini terdapat satu maskapai penerbangan yaitu Susi Air. Dengan rute penerbangan domestik Pasaman Barat- Pekanbaru dengan kapasitas penumpang sebanyak 12 orang.
Kepala UPT Bandara Pusako Anak Nagari, Ari Surya Putra menyebutkan jadwal penerbangan di bandara ini adalah setiap Hari Rabu
Rute penerbangannya yaitu dari Padang ke Pekanbaru. Namun, bagi masyarakat yang ingin terbang selain ke Pekanbaru juga bisa dan akan kami fasilitasi. Tetapi harganya sedikit lebih mahal,” ucapnya kepada infosumbar, Rabu (17/11).
Ia juga menyebutkan untuk harga tiket yang ditawarkan cukup terjangkau yaitu Rp263.000. Tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, masyarakat sudah bisa merasakan terbang dengan pesawat Susi Air dengan rute Pasaman Barat-Pekanbaru.
Ditemukan orang hanyut tanpa identitas di Perairan Batang Saman tepatnya Jorong Rantau Panjang Nagari Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Sekarang jenazah sudah dibawa ke Yarsi Simpang Empat untuk dilakukan di Autopsi.