Berbicara wisata, pasaman barat tak kalah dengan daerah lain, siapa sangka bendungan yg baru selesai dibangun itu menjadi viral dan jadi objek wisata
Bendungan Lubuk King, di desa tampus, Nagari Ujung Gading, menjadi salah satu objek wisata alternatif di Pasaman Barat. Pengunjung terus berdatangan dari hari ke hari. Dan jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah pengunjung di Bendungan Lubuk King, Nagari Ujung Gading terus meningkat. Pasca selesai dibangun, bendungan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata alternatif bagi masyarakat lokal. Peningkatan jumlah pengunjung naik drastis sejak libur lebaran kemaren. Di lokasi para pengunjung bisa menikmati pemandagan alam dan air yang jernih, sambil mengabadikan momen dengan berfoto.
Lokasi bendungan yang cukup dekat dengan pusat permukiman, menjadi faktor tingginya jumlah pengunjung. Bahkan masyarakat, mengaku, pengunjung yang datang berasal dari Kecamatan lainnya di Pasaman Barat. Salah seorang pengunjung mengatakan, Lubuk King bertambah fungsinya menjadi kawasan wisata, secara mendadak, pasca selesai dibangun oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Keguanaan awal bendungan tersebut, untuk irigasi memenuhi kebutuhan air bagi petani di nagari ujung gading dan sekitar.
wisata lubuk king ujung gading, selain pemandangan yg indah suasana sejuk juga di lengkapi berbagai fasilitas di antaranya tempat beribadah dan banyak tempat duduk duduk santai
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi berjanji akan menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat Kapa, Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dengan PT Permata Hijau Pasaman (PHP) I. Hamsuardi juga berjanji akan mencari jalan keluarnya agar permasalahan terselesaikan dengan baik.
“Pemda Pasbar akan membantu menyelesaikan permasalahan sengketa lahan ulayat Nagari Kapa ini. Sesuai instruksi, Gubernur Sumbar juga akan ikut membantu mengatasinya, sehingga masyarakat tidak dirugikan,”ungkap Hamsuardi saat mengunjungi masyarakat Kapa dalam menyelesaikan masalah sengketa lahan, Sabtu (18/12).
Ia menambahkan, akan mencarikan jalan keluar terhadap sengketa lahan agar dapat diselesaikan dengan baik. Jika adanya tindakan kekerasan terhadap masyarakat, Ia meminta masyarakat untuk segera melapor.
“Pemerintah sudah mengirimkan surat peringatan kepada PT agar tidak melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat Kapa yang memanfaatkan lahan sekitaran PT. Jika ada tindakan kekerasan yang dilakukan pihak PT, kami minta masyarakat untuk segera membuat laporan, sehingga perbuatan yang dapat merugikan masyarakat dapat kita atasi bersama,” katanya.
Sementara itu Sekretaris kerapatan Adat Nagari Kapa M. Arif menyampaikan bahwa permasalahan sengketa tanah ini sudah lama berlangsung, namun tindakan yang dilakukan oleh PT untuk menggusur masyarakat yang bertani di lahan sengketa sangat tidak wajar dan mengancam keselamatan masyarakat.
“Permasalahan lahan ini berawal dari penyerahan lahan seluas 1600 Hektar oleh Ninik mamak Kapa kepada pemerintah Kabupaten Pasaman sebelum Pemekaran Kabupaten Pasbar di tahun 1997 lalu. Dalam penyerahan tersebut, ada Empat Ninik mamak Kapa yang tidak ikut menyerahkan, sementara salingka adat Nagari Kapa bukan babingkah tanah, tapi babingkah adat,”jelasnya
Atas dasar itulah, lanjutnya, Ninik mamak dan masyarakat nagari Kapa menuntut agar lahan tersebut dikembalikan lagi kepada masyarakat, untuk dapat dipergunakan dan digarap untuk lahan pertanian atau perkebunan.
M. Arif mewakili masyarakat setempat menyampaiakan harapan masyarakat dihadapan bupati, untuk bisa membatu menyelesaikan dan mencari solusi terbaik terhadap lahan ulayat Nagari Kapa tersebut.
Hujan deras yang melanda daerah Muaro Kandang, Nagari persiapan Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan kembali menyebabkan air sungai meluap dan merendam pemukiman warga pada Sabtu, 18/12/2021. Akibatnya, 6 orang terjebak di dalam rumah dan harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
PMI Kabupaten Agam melakukan koordinasi bersama BPBD dan masyarakat setempat untuk mengevakuasi korban menggunakan perahu karet.
Adapun korban yang terjebak adalah Nurmasni (50), Igus (27), Andika (4), Del (36), Irsad (10) dan Rizik (1,5).
Tim gabungan selanjutnya bergerak ke Titik kedua yaitu di Padang Ganting, Kecamatan Ampek Nagari untuk mengevakuasi korban terjebak selanjutnya.
Personil yang ditugaskan ini sudah sampai di lokasi dan langsung melaksanakan action dengan membantu masyarakat yang terkena longsor dan melakukan pengamanan terhadap penggal jalan yang ditutupi material baik tanah maupun pohon tumbang.
Wakapolres Agam juga menyampaikan telah berkoordonasikan dengan PU dan Staf BPBD Kabupaten Agam terkait alat beràt untuk digunakan di Nagari Tanjung Sani dan Muko Muko untuk buka jalan yang tertutup tanah.
Alat berat Solder sedang dalam perjalanan dari Palembayan dan satu lagi escavator dari geragahan akan digeser ke Tanjung Sani.
“Demikian upaya sementara yang telah dikoordnasikan dengan pihak terkait. Dan saat sekarang masih kita upayakan secara manual dulu”, Ujar Waka Polres.
Baru saja Kbo Sat Samapta Iptu Azwir Yani sebagai komandan Pleton melaporkan kepada saya bahwa personil polres sudah melakukan kegiatan tanggap bencana di Lokasi longsor Sarojo Jorong Fanta Nagari. Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam namun masih secara manual. Dan sasaran utamanya menghindari terjadinya korban jiwa. Dan sampai saat sekarang belum ada longsor tambahan. Yang notabenya hujan masih berlangsung.
Mudah mudahan dengan kedatangan personil Polres Agam dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana ini. Ulas Waka Polres
Warga Banjar Bahal Jorong Koto Sawah Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab kecamatan tersebut merupakan langganan banjir setiap hujan lebih dari 5 jam, hingga saat hujan masih melanda daerah kawasan ujung gading sekitar
Hal itu disampaikan oleh Camat Lembah Melintang, Saparudin himbau agar warga meningkatkan kewaspadaan dari banjir karena intensitas curah hujan masih cukup tinggi dan potensi meluapnya air sungai dikawasan tersebut.
“Hingga sore ini ketinggian air meningkat sekitar 40 cm, menggenangi ruas jalan hingga masuk ke dalam rumah warga,” katanya, Sabtu (18/12/2021).
Sekitar 50 rumah warga digenangi banjir. Sejumlah warga mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi.
“Warga Banjar Bahal diminta untuk waspada karena hasil pantauan, hujan masih turun hingga malam nanti. Bisa saja banjir kiriman terjadi tengah malam atau besok pagi,” sebutnya.
Telah terjadi kecelakaan tunggal minibus Kijang Innova di jalan raya Padang – Painan, tepatnya di Siguntur Tua, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan, Sabtu (sore) 18/12.
Mobil yang membawa 7 penumpang yang datang dari arah Mandeh menuju Padang dengan kecepatan sedang menabrak tiang lampu penerangan jalan dan nyaris menabrak warung yang berada di pinggir jalan raya tersebut.
Diduga supir mengemudi dalam keadaan mengantuk sehingga kehilangan kendali. Beruntung semua penumpang selamat.
Pohon tumbang dijalan Garegeh, Bukittinggi atau sebelum SPBU membuat akses jalan tertutup dan membuat kendaraan roda empat atau lebih mengantri 15.30 WIB, bagi kendaraan roda dua hati” karena ada kabel yg terjatuh. Untuk akses ke dalam kota dan keluar sebaiknya menghindari jalan ini dan mencari jalan alternatif lain sampai pihak terkait mensterilkan lokasi kembali.
Sebanyak 255 rumah warga di tiga Kejorongan Kecamatan Ranah Batahan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batang Batahan dan Batang Taming. Dua sungai tersebut meluap disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak Jumat, (17/12) pagi hingga Sabtu (18/12) dini hari.
Berdasarkan data dari pihak wali nagari persiapan setempat, 255 rumah warga tersebut berada di tiga Kejorongan di Kecamatan itu, yakni Jorong Taming Batahan, Jorong Air Napal dan Jorong Kampung Baru. Selain merendam rumah warga, air juga merendam sekitar 55 hektare lahan pertanian warga.
Untuk di Jorong Air Napal, sebanyak 3 unit rumah rusak parah (hancur) akibat diterjang banjir, 93 rumah terendam, 1 buah polongan runtuh dan 30 hektare lahan pertanian warga terendam banjir.
Selanjutnya, di Jorong Taming Batahan sebanyak 150 rumah terendam air dan 25 hektare lahan sawah juga ikut terendam. Kemudian, di Jorong Kampung Baru banjir juga membuat 2 rumah warga rusak ringan dan 12 unit rumah terendam banjir.
Selain itu, pekarangan rumah warga juga mengalami kerusakan akibat tanah longsor yang diakibatkan oleh banjir dari meluapnya Sungai Batang Batahan di Jorong Air Napal tersebut.
Di lokasi turut hadir tim TNI, Polri, BPBD, Dinkes, Dinsos, PU, PMI, pemerintahan nagari dan kecamatan untuk membantu dan mengevakuasi warga ke tempat pengungsian.
Saat ini personil gabungan reaksi cepat tanggap darurat bencana telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan warga jorong Aek Napal, Jorong Taming, dan jorong Kampung Baru Kecamatan Ranah Batahan yang berada di pengungsian.
Jorong silayang (areal perjalanan, akses jalan menuju jorong lubuk gobing)
Jorong sawah mudik (Longsor,, jalan terputus menuju sawah mudik dan sigantang) Nagari Batahan kecamatan Ranah Batahan
Waktu Kejadian : Hari : sabtu Tanggal : 19 Des 2021 Jam. : 04.00 wib
Update Informasi : 12.30 wib
Gambaran kejadian: Karena curah hujan yang tinggi di wilayah Utara Pasaman Barat dan wilayah Kab. Madina mengakibatkan sungai Batang Batahan dan batang taming meluap dan longsor
Dampak Kejadian :
Air meluap dan mengalir deras menuju pemukiman Warga dan merendam rumah sedalam 70 cm – 150 cm
3 buah rumah hanyut di Jorong Aek Napal
Akses jalan menuju jorong lubuk gobing terputus
Akses jalan menuju jorong sawah mudik dan sigantang terputus akibat longsor
Giat PMI :
Pengurus PMI kecamatan Ranah Batahan dan relawan membantu Evakuasi Warga dan Asessment
Distribusi bantuan darurat 3 bh tenda keluarga dan 10 lembar tenda besar
Giat Pemerintah/Stekholder (TNI, POLRI, BPBD, DINKES, DINSOS, PU, Pemerintahan Nagari dan Kecamatan):
Evakuasi warga
pendataan Kajian Kebutuhan pasca bencana (JITUPASNA) Oleh BPBD
penyediaan makanan siap saji oleh Dinsos dan kecamatan
Kebutuhan mendesak :
Makanan siap saji -Tenda pengungsian -Bahan makanan -pakaian layak pakai -layanan kesehatan -alat berat
Hambatan :
akses lalu lintas terhalang banjir di wilayah Kampung Baru -hujan deras menguatkan akses menuju lokasi bencana
Personil yang bisa dihubungi pengurus PMI Kec. Ranah Batahan
Dody ( +62 813-6381-8111)
Roma Hidayat (+62 857-6363-8729)
Zulyamin +6285275519392
AGUS Loebis (082391767179)
Petugas Posko :
Ridawarsa (085274511036)
StakeHolder TNI, POLRI, Pemerintah Nagari dan Kecamatan, BPBD, SAR, DINSOS, DINKES, PU
Curah hujan yg tinggi sejak jumat kemaren membuat sungai meluap dan mengakibatkan banjir di aek napal, desa baru, kec ranah batahan, kabupaten pasaman barat
Sedikitnya tiga unit rumah rusak diterjang banjir akibat meluapnya debit air Sungai Batang Batahan yang melintasi Jorong Kampung Baru, Aek Napal dan Taming Batahan di wilayah Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat.
Sementara Informasi dari kelompok para relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pasbar, potensi bencana banjir mulai terdeteksi pada dinihari tadi, Sabtu (18/12), sekitar pukul 04.00 WIB.
“Banjir sudah menerjang wilayah permukiman dengan ketinggian muka air mencapai 70 sentimeter dan hingga saat ini sudah dilaporkan sebanyak tiga unit rumah mengalami kerusakan, ” ungkap salah seorang relawan, Roma Hidayat, melalui group pesan singkat PMI Pasbar.
Terkait penanganan awal yang dilakukan oleh kelompok relawan bersama pihak terkait lainnya, Kepala Markas PMI Pasbar, Rida Warsa, dalam keterangan persnya mengatakan saat ini upaya evakuasi terhadap warga terdampak banjir terus dilakukan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan pertama bencana banjir bisa berjalan efektif dan efisien, guna mencegah timbulnya korban jiwa, ” sebutnya.
Dari pantauan terakhir, lanjutnya, kondisi lapangan di lokasi bencana sudah membutuhkan bantuan dapur umum dan pendirian Posko Siaga Banjir untuk menangani masyarakat korban terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat akan mengurangi dana insentif kepada daerah yang capaian vaksinasinya rendah. Sumbar termasuk provinsi dengan vaksinasi di bawah target.
Mendagri Tito Karnavian di rapat koordinasi percepatan vaksinasi di Padang menyampaikan, pada akhir 2021, akan ada evaluasi bagi daerah yang tidak mencapai target 70 persen angka vaksin dosis pertamanya.
“Bagi daerah yang tidak mencapai target 70 persen, akan ada evaluasi berupa teguran dan akan diberikan sanksi berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan dana insentif daerah,” kata dia.
Sementara itu, untuk daerah yang telah memenuhi target, Kemendagri akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar diberikan tambahan dana insentif daerah dan dana alokasi umum.
Mendagri juga mengingatkan, jika suatu capaian vaksinasi COVID-19 di daerah-daerah jomplang, maka akan mempengaruhi jumlah rata-rata nasional.
“Mengingat angka capaian vaksinasi Sumbar masih di bawah 70 persen, maka saya inisiatif untuk ke sini. Presiden minta untuk ditingkatkan (capaian vaksinasi),” ujarnya.
Ia menjelaskan, Mendagri salah satu yang ditugaskan presiden untuk mendorong pemda mempercepat vaksinasi.
Selain itu, presiden juga menugaskan Menteri Kesehatan, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Jaksa Agung secara bersama dengan ‘stakeholder’ lainnya untuk mendorong percepatan vaksinasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berang gara-gara empat kepala daerah di Sumbar tak hadir dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19. Dia mengatakan keempat kepala daerah itu tak akan mengerti arahan darinya karena tidak hadir.
Rapat yang dipimpin Tito itu digelar di auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (17/12/2021). Empat kepala daerah yang tak hadir itu adalah Bupati Solok Epyardi Asda, Wali Kota Payakumbuh Riza Falevi, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, dan Wali Kota Padang Hendri Septa
“Saya mencatat beberapa kepala daerah tidak hadir di sini. Bupati Solok tidak hadir. Wali Kota Payakumbuh tidak datang, katanya ada acara. Kemudian Wali Kota Padang Panjang, Wali Kota Padang juga nggak hadir,” kata Tito
“Saya minta tolong disampaikan kepada publik. Kita akan mengamati keseriusan kepala daerah dalam penanganan COVID dan vaksinasi ini,” sambungnya.
Tito mengatakan rapat ini penting untuk menentukan langkah penanganan COVID-19 dan percepatan vaksinasi. Dia mengatakan kepala daerah seharusnya mengirimkan wakil kepala daerah atau sekda ke rapat agar bisa mengambil keputusan.
“Kalau tidak hadir, dia tidak akan tahu apa yang akan diomongkan. Yang disampaikan oleh stafnya, belum tentu sama. Yang saya sampaikan, Gubernur sampaikan, Kapolda sampaikan, Danrem sampaikan, belum tentu sama. Situasi dan kondisi tidak paham juga. Kalau tidak hadir, ya tidak mengerti,” ujar Tito
Telah terjadi kebakaran rumah yang berlokasi di Jorong Ronah Bengkek Nagari Sialang, Kec. Kapur IX, Kab. Lima Puluh Kota pada jam 23:00 WIB, Kamis 16/12.
Dengan data pemilik
Nama: Siri Umur: 58 tahun Suku: Melayu Pekerjaan: Wiraswasta
Nama : Serede Umur : 50 tahun Suku : Pitopang Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Nama : Mulsasdi Umur : 45 tahun Suku : Melayu Tolang Pekerjaan : Pedagang
Adapun unsur yang terlibat dalam pemadaman adalah damkar kabupaten Lima Puluh Kota Posko Kapur IX, PLN Kapur IX, Kepolisian dan pemerintah nagari beserta warga setempat
Penyebab peristiwa belum diketahui dan masih investigasi oleh pihak terkait. Peristiwa ini dilaporkan oleh masyarakat Kepada piket Damkar Kabupaten Lima Puluh Kota. Taksiran kerugian dlm pendataan Korban jiwa : Nihil
Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Hamsuardi mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 secara virtual, Kamis (16/122/2021) di ruang kerja Bupati. Rakornas TPAKD kali ini menganggkat tema “Percepatan Akses Keuangan di Daerah Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional”.
Rakornas TPAKD 2021 tersebut digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diikuti oleh sejumlah menteri dan perwakilan kementerian atau lembaga dan gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menyampaikan, sesuai Peraturan Presiden No. 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), keuangan inklusif didefinisikan sebagai kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan ke mampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Akses layanan keuangan, lanjutnya, didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan layanan atau memiliki produk keuangan formal.
“Adapun tujuan keuangan inklusif yang akan ditempuh melalui enam cara yaitu, Peningkatan akses layanan keuangan formal, Peningkatan literasi dan perlindungan konsumen, Perluasan jangkauan layanan keuangan digital, Penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan usaha untuk Usaha Mikro dan Kecil, Peningkatan produk dan layanan keuangan digital, dan Penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif, paling sedikit melalui layanan keuangan digital,”jelas Tirta Sagara.
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi usai Rakorda mengatakan, untuk mendukung salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pasaman Barat, telah diterbitkan Surat Edaran Nomor : 500/108/Perko.SDA/2021 tentang Hari Menabung Sumatera Barat yang bertujuan untuk memperluas akses keuangan dengan cara menumbuhkan budaya menabung sejak dini.
“Program lain yang akan dilaksanakan yaitu Penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan untuk Usaha Mikro dan Kecil melalui program Kredit/pembiayaan melawan rentenir yang difasilitasi oleh Bank Nagari melalui Program KUR Super Mikro Melawan Rentenir Daerah Minang yang disingkat dengan nama MARANDANG,”kata Hamsuardi.
Rakornas TPAKD 2021 diharapkan dapat semakin meningkatkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang berimplikasi pada Pemulihan Ekonomi Nasional serta pencapaian target inklusi keuangan.
Kecelakaan beruntun melibatkan 2 truk dan 1 minibus di daerah Sitinjau Lauik, Kec. Lubuk Kilangan, Kota Padang sekitar jam 07:00 WIB, Kamis 16/12.
Kecelakaan bermula saat truk nissan yang datang dari arah Solok menuju Padang mengalami rem blong dan menabrak truk colt diesel dari arah berlawanan hingga terbalik dan nyaris masuk jurang serta menabrak juga sebuah minibus avanza.
Belum diketahui tentang adanya korban serta kondisi penumpang dari semua mobil yang terlibat kecelakaan ini.
Satreskrim Polres Payakumbuh Berhasil Amankan 1 Orang Tersangka Yang Di Duga Melakukan Tindak Pidana Curanmor Di Wilkum Polres Payakumbuh.
Satuan Reserse Kriminal Polres Payakumbuh berhasil membekuk pelaku pencurian sepeda motor. Tersangka yang ditangkap merupakan warga Kabupaten Tanah Datar dan ditangkap anggota Polres Payakumbuh di Rumah Makan Silaiang Padang Panjang.
“Tersangka melakukan pencurian di Padang Tangah Balai Nan Duo Koto Nan Ampek. Tersangka mencuri sepeda motor Yamaha RX King dengan No.Pol BA 5361 CG saat pagi-pagi pada 27 November lalu,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Aknopilindo pada Kamis (16/12) siang.
Tersangka yang ditangkap tersebut, yakni inisial AS warga Jorong Batu Basa, Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.
Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Polres Payakumbuh untuk pengusutan lebih lanjut.
Ketiga pelaku diketahui sebagai buruh harian lepas di wilayah itu. Kapolsek Batang Anai, Iptu Admaroza mengatakan, ketiga pelaku yakni berinisial WP (27) warga Korong Simpang Buayan, YB (40) warga Korong Simpang Buayan, PE (25) warga Korong Titian Akar.
“Ketiganya berprofesi sehari-hari sebagai buruh harian lepas,” kata Admaroza, Senin (13/12/2021). Admaroza menambahkan, ketiganya ditangkap pada Sabtu (11/12/2021) sekitar pukul 22.30 WIB.
Penangkapan berawal ketika polisi mendapatkan informasi terkait adanya pencurian bantalan rel kereta api di wilayah hukum Polsek Batang Anai.
“Setelah dilakukan penyelidikan memang benar dan terdeteksi keberadaan seorang pelaku,” kata dia. Berbekal dari informasi itu, kata Admaroza, tim melakukan penyelidikan dan penggerebekan di Nagari Buayan dan mengamankan satu pelaku.
“Dari hasil pemeriksaan pelaku WP, ternyata ada tiga orang pelaku. Dia beraksi bersama dua orang temannya,” kata dia. Kemudian, sekira pukul 23.00 WIB tim gabungan kembali mengamankan dua pelaku lainnya berdasarkan keterangan WP. Menurutnya, bantalan rel kereta api tersebut merupakan bahan besi dan ketiga pelaku selalu menjalankan aksi pada malam hari.
“Pelaku sepertinya pemain lama,” kata Admaroza. Hasil pencurian itu dijual ke penadah yang saat ini masih dicari keberadaanya. “Sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Bagian Pemerintahan Nagari (Pemnag) Sekretariat Daerah (Setda) menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi aparatur pemerintahan nagari persiapan se Pasbar, Selasa (14/12) di auditorium kantor bupati setempat.
Dalam Rakor mebahas beberapa poin penting tentang perkembangan nagari persiapan, diantaranya perihal status dan perkembangan kode desa yang menjadi syarat defenitifnya suatu nagari, pemilihan wali nagari (pilwana) dan percepatan vaksinasi ditingkat nagari persiapan yang sudah harus mencapai terget vaksinasi di angka 75 persen per 31 Desember 2021.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Pemerintah Nagari (Pemnag) Setda Pasbar, Syaikhul Putra menyampaikan secara resmi perkembangan usulan 59 nagari persiapan yang disampaikan kepada kementrian terkait sudah mencapai tahap menunggu persetujuan Kementrian Dalam Negeri. Secara teknis, pemberian kode desa yang sudah memenuhi syarat dan yang disusulkan akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan kementrian.
“Kalau mengacu kepada aturan yang ada, kode desa seharusnya sudah wajib dikeluarkan. Mudahan-mudahan beberapa hari kedepan ada kabar baik mengenai kode desa dari pihak kementrian. Minggu depan juga akan diadakan rapat di kemetrian perihal kode desa Pasbar. Semuanya sudah diupayakan maksimal, mari kita sama-sama berdoa,” katanya.
Putra mengatakan, beberapa waktu lalu bupati, wakil bupati, asisten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah berupaya untuk menemui Menteri Dalam Negeri dalam rangka percepatan pemberian kode desa tersebut, akan tetapi menteri berhalangan dan diwakilkan oleh Dirjen Bina Administrasi Wilayah.
“Waktu itu, beliau (mendagri) berhalangan. Diwakilkan kepada Dirjen Administrasi Wilayah. Kata Dirjen, kode desa Pasbar menunggu persetujuan menteri. Kita berharap agar Dirjen melakukan percepatan. Saat itu, Dirjen mengarahkan kami untuk buat laporan ringkas untuk disampaikan langsung kepada menteri. Hingga saat ini kita masih menunggu informasi terkait hal itu,” jelas Putra.
Selanjutnya, mengenai Pilwana Putra menjelaskan bahwa pemilihan wali nagari baru akan dilaksanakan setelah seluruh nagari persiapan sudah defenitif. Sehingga pilwana dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh nagari yang ada.
“Untuk itu, mohon sampaikan perihal ini kepada masyarakat,”ungkapnya.
Seterusnya, dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19 di Pasbar, seluruh pj. wali nagari persiapan beserta perangkat nagari harus didorong untuk aktif berpartisipasi dalam rangka mencapai target 75 persen pada akhir Desember mendatang.
“Perangkat nagari persiapan se Pasbar harus berpartisipasi sukseskan vaksinasi covid-19 dan upayakan capai target 75 persen di setiap wilayah masing-masing. Mari sama-sama kita mengajak masyarakat yang belum vaksin untuk segera melaksanakan vaksinasi,” tuturnya.
Sebuah Surat terbuka dari salah seorang sopir Ambulance di rumah sakit Kabupaten Sijunjung kepada Kapolda Sumbar viral di Media Sosial. Dalam pesan tersebut, sang sopir mengaku sudah menjadi korban pemalakan oleh sekelompok pemuda du Sijunjung saat membawa pasien.
Pesan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polres Sijunjung. Satreskrim polres setempat kini tengah melakukan penyelidikan atas di lokasi yang disebutkan oleh pesan tersebut. Meskipun sopir ambulance yang diketahui bernama Azwar Anas belum membuat laporan.
“Saya tahu dari media social. Yang bersangkutan
tidak ada membuat laporan baik di Polsek maupun di Polres. Namun kami (Satreskrim Polres Sijunjung-red) tetap menindaklanjuti pesan tersebut dan turun ke lapangan,” sebut Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani, Senin (13/12/2021).
Kabar Mengenai pemalakan tersebut telah beredar di media sosial sejak Minggu (12/12). Azwar Anas membuat surat terbuka pada Kapolda Sumbar untuk meminta kepolisan menangkap para pemalak.
Dalam surat terbuka yang dibagikan oleh @pesona.sijunjung itu, Azwar menulis kronologi pemalakan yang menimpa dirinya
Menurut pengakuannya, pada Minggu sekira pukul 1.30 WIB, ia dicegat oleh sejumlah orang di jalan raya di sekitar RSUD Sijunjuang. Saat itu ia hendak membawa passen dari Sinjunjung menuju ke Pariaman.
Karena para pemalak memblokir jalan, ia terpaksa berhenti. Saat itulah Azwar diintimidasi dan diancam menggunakan balok kayu. Ia diminta menyerahkan uang 50 ribu rupiah. Setelah berstigang dengan para pemalak, Azwar akhirnya lolos.
Namun ia mengaks Bahia para pemalak itu juga menyetop dan members sopir-sopir lain yang melintasi kawasan tersebut. Karena itulah ia menulis surat terbuka pada kapolda Sumbar dan berharap kepolisian segera menangkap para pemalak.
Menurut pengakuannya, pada Minggu sekira pukul 1.30 WIB, ia dicegat oleh sejumlah orang di jalan raya di sekitar RSUD Sijunjuang. Saat itu ia hendak membawa passen dari Sinjunjung menuju ke Pariaman.
Karena para pemalak memblokir jalan, ia terpaksa berhenti. Saat itulah Azwar diintimidasi dan diancam menggunakan balok kayu. Ia diminta menyerahkan uang 50 ribu rupiah. Setelah berstigang dengan para pemalak, Azwar akhirnya lolos.
Untuk kesekian kalinya, peternak ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, kembali merugi. Menyusul mati mendadaknya ratusan ton ikan nila.
Data Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam mencatat kematian ikan kali ini mencapai 350 ton. Kematian ikan ditemukan di Nagari Tanjungsani, Kotomalintang dan Kotokaciak, Kecamatan Tanjungraya.
”Kematian ikan terparah di Nagari Kotokaciak, mencapai 300 ton. Beberapa titik kematian ikan juga ditemukan di Kotomalintang sekitar 2 ton dan Tanjungsani sekitar 50 ton,” kata Kepala DPKP Agam, Rosva Deswira, kemarin (12/12).
Hasil pendataan penyuluh di lapangan imbuhnya, kematian ikan ini dialami puluhan petani keramba dan rata-rata hampir siap panen. Kematian ikan terjadi satu pekan belakang yang diawali cuaca ekstrem melanda kawasan danau.
”Fenomena kematian ikan terjadi sudah sepekan lalu. Kematian ikan hampir terjadi setiap awal, pertengahan dan akhir tahun. Ikan-ikan yang mati milik sekitar 48 penambak,” tuturnya.
Seperti biasa tambah Rosva, penyebab kematian ikan ini lantaran terjadinya penurunan suhu air danau akibat umbalan atau uppweling. Kondisi ini dipicu cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang yang membalikan massa air dari dasar ke atas.
Anomali cuaca ekstrem ini membuat zat-ikan mati
zat atau racun-racun dari dasar naik kepermukaan. Sehingga, menyebabkan ikan kehilangan keseimbangan sehingga mati mendadak.
”Karena upwelling atau pembalikan massa air dari dasar ke atas membuat zat-zat atau racun-racun dari dasar naik kepermukaan. Ikan tidak dapat bertahan dengan kondisi demikian itu, lalu mati,” jelasnya.
Pihaknya aku Rosva, sudah mengimbau para peternak untuk tidak membuang bangkai ikan ke badan danau. Melainkan dipungut dan dikubur agar tidak memicu bau busuk dan amis di sekitar danau.
Selain itu, sesuai pengalaman katanya, kondisi cuaca buruk diprediksi berlangsung hingga Februari-Maret 2022 mendatang. Selama kurun waktu ini, peternak diminta untuk menahan diri menebar bibit baru. Untuk ikan yang tersisa di keramba disarankan agar segera dipanen.
”DPKP Agam sudah memasang plang imbauan itu di masing-masing nagari. Untuk permintaan agar masyarakat tidak membiarkan bangkai ikan membusuk di danau, sepertinya banyak diabaikan masyarakat dan sikap ini sangat kami sayangkan,” papar dia.
Senada, Wali Nagari Kotokaciak, Syawaldi Dt Tumbasa nan Hitam mengaku, kematian ikan di wilayahnya terjadi sejak Sabtu (11/12). Pihaknya juga telah mengimbau agar peternak tidak membiarkan bangkai ikan membusuk di danau.
”Di Kotokaciak, kematian ikan dialami oleh sekitar 40 peternak. Jumlah ikan yang mati mencapai 200 ton. Kami sudah imbau warga agar tidak membiarkan bangkai ikan membusuk di danau,” kata dia.
Diketahui, kematian ikan di Danau Maninjau kali ini menambah daftar panjang kejadian serupa. Sebelumnya, 15 ton ikan dilaporkan mati massal di Nagari Bayua dan Kotomalintang pada Januari dan Februari 2021 lalu.
Kemudian awal April, 5 ton ikan milik petani di Galapuang kembali mengalami hal serupa. Tiga pekan berselang, sejak 22-27 April sekitar 33 ton ikan juga mati massal. Terbaru, 350 ikan mati sepekan terakhir.
Di lain sisi, kawasan Danau Maninjau kembali dicemari bangkai-bangkai ikan yang bertebaran dengan bau amis dan busuk pasca kematian massal itu. Kendati begitu, bangkai tersebut akan mengurai dalam beberapa hari ke depan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman memperkirakan wilayah Sumatra Barat (Sumbar) akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam tiga hari ke depan.
Kepala BMKG Padang Pariaman Sakimin mengatakan, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, cuaca Sumbar pada siang sampai sore hari ini, Senin (13/12/2021) di sebagian besar wilayah diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat.
“Potensi hujan sedang sampai lebat di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Agam, Bukit Tinggi, Padang Panjang, dan Tanah Datar,”katanya Senin (13/12/2021).
Sedangkan untuk malam harinya, ia menyebut potensi cuaca berawan hingga hujan ringan di daerah Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sijunjung, Sawahlunto, Dharmasraya, Solok Selatan, Solok, dan Kabupaten Solok.
Ia menambahkan, untuk suhu udara di Sumbar hari ini, antara 16 hingga 30 derajat celcius. Serta tingkat kelembaban udara berkisar antara 75 hingga 98 persen.
Sakimin menambahkan, bahwa untuk Selasa (14/12/2021), dari pagi sampai sore hari akan terjadi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas lebat. Hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah Pasaman Barat, Sijunjung, Kabupaten Solok, Solok Selatan.
Kemudian pada malam harinya, akan berpotensi hujan ringan hingga hujan sedang. Hujan sedang menurutnya akan terjadi di Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, Dharmasraya dan Solok Selatan.
“Untuk suhu udara di Sumbar pada hari itu, antara 16 hingga 30 derajat celcius. Sedangkan tingkat kelembaban udara berkisar antara 75 hingga 98 persen,”jelasnya
Selanjutnya pada Rabu (15/12/2021) kata Sakimin, berpotensi berawan hingga hujan lebat di beberapa daerah di Sumbar. Hujan lebat terjadi pada siang dan sore di wilayah Kabupaten Solok, Pasaman.
Pada malam harinya, akan terjadi cerah berawan hingga hujan sedang. Hujan sedang menurutnya terjadi di Kepulauan Mentawai dan Dharmasraya.
Tak lengkap rasanya berwisata ke bukit tinggi, kalau belum berkunjung ke ngarai sianok, karna pesona alam yg maha indah buatan sang pencipta
Ngarai sianok adalah sebuah lembah curam yg terletak di perbatasan bukit tinggi, ngarai sianok memiliki pemandangan yg sangat indah
ngarai sianok kini telah di jadikan salah satu dari sembilan destinasi wisata geologi dalan geoprak sumatera barat. banyak orang mengunjunginya untuk menikmati panorama alam karna pesonanya yg luar biasa
Kepolisian Resor Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di perkebunan sawit milik warga.
Kerangka itu ternyata jenazah Herawati
Herawati merupakan warga Nagari (Desa Adat) Koto Salak, Kemacatan Koto Salak, yang dinyatakan hilang sejak September 2021.
“Keterangan pihak keluarga, dari baju, celana dan pakaian dalam yang ditemukan di TKP merupakan pakaian terakhir yang dikenakan korban pergi meninggalkan rumah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya Iptu Dwi Angga
Ia mengatakan, jasad korban yang hanya tinggal kerangka tersebut telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hendra Putra, S. STP dilantik oleh Bupati Pasaman Barat (Pasbar), H. Hamsuardi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pasbar, Rabu (8/12). Bupati berharap Hendra Putra dapat menjalankan tugasnya dengan baik, penuh tanggung jawab dan konsisten.
Upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pasbar Risnawanto, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPU, Bawaslu, Kepala OPD, camat dan stakeholder terkait lainnya.
Kepada Sekda yang baru dilantik, Bupati Hamsuardi menegaskan bahwa suatu jabatan adalah amanah dari Allah dan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Sehingga segala perbuatan selama menjabat harus dipikirkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Karena saudara Hendra Putra dilantik sebagai Sekda ini berdasarkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan gubernur Sumbar. Jadi, jalani tugas dengan baik, penuh tanggung jawab dan konsisten,”kata Hamsuardi.
Sebelumnya, lanjut bupati, Hendra Putra menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan. Untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda Pasbar, atas rekomendasi Gubernur Sumbar diisi oleh Penjabat (Pj) Sekda Irsad. Irsad merupakan pejabat teras Gubernur Sumbar sebagai Kepala Biro Perekonomian.
“Setelah melakukan proses seleksi Sekda, maka Henda Putra mendapatkan amanah sebagai Sekda bumi mekar Tuah Basamo. Untuk itu, kepada seluruh ASN mari kita jaga kekompakan, apa yang kita terima hari ini, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jabatan ini hanya sementara, maka lakukan dengan sebaik mungkin. Jangan menyesal ketika jabatan sudah dicabut baru akan berbuat baik,”ujar Hamsuardi.
Hamsuardi menambahkan, jika kita diberikan amanah saat ini maka mengabdi lah kepada Nusa dan bangsa ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab, mutasi, rotasi dan non job merupakan hal yang biasa di tubuh ASN.
“Kapan lagi kita berbakti kepada Nusa dan bangsa ini kalau tidak sekarang. Catatlah sejarah kebaikan selama jabatan itu kita pegang. Seumpama membawa penjahit di kehidupan, yang ingin selalu menyatukan. Jangan membawa gunting yang ingin selalu memisahkan. Begitu juga di jabatan, jangan saling tikung, jaga kekompakan demi melayani masyarakat,”ujar Hamsuardi.
Kepada Pj Sekda Irsad, lanjut Hamsuardi, terima kasih atas dedikasi selama ini untuk Pasbar. Ia juga berharap agar bantuan dan dukungan untuk Pasbar tetap diberikan.
“Walaupun jabatan bapak sudah berakhir sebagai Pj Sekda Pasbar, dukungan bapak masih kami harapkan untuk pembangunan di Pasbar ini,”katanya.
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi menginstruksikan Kepada seluruh OPD, Camat, Wali Nagari dan Kepala Jorong se- Kabupaten Pasaman Barat untuk ngambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan percepatan pemberian vaksinasi bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Hamsuardi saat memimpin apel gabungan khusus, pada Rabu (8/12) pagi di halaman kantor bupati Pasaman Barat. Dalam apel turut dihadiri oleh wakil bupati Pasbar Risnawanto dan juga diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
“Apel gabungan khusus ini dilaksanakan untuk memberikan informasi penting terkait pencapaian vaksinasi COVID-19 di Pasaman Barat. Ini demi mencegah penyebaran Covid 19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan percepatan pemberian vaksinasi bagi masyarakat,”kata Hamsuardi.
Menurutnya, capaian vaksinasi di Pasbar baru mencapai 52,28 persen untuk vaksin pertama dan vaksin kedua mencapai 22,72 persen. Sehingga perlu percepatan secara maksimal dari seluruh stakeholder terkait untuk mencapai target yang di harapkan.
“Capaian vaksinasi di Pasbar masih jauh dari target. Sesuai target kita bersama, Pasbar sampai bulan Desember ini harus mencapai 75 persen. Untuk mengejar itu, kita harus bergerak cepat agar target vaksinasi bisa kita capai,”ungkap Hamsuardi.
Menjelang akhir tahun ini lanjutnya, perlu kerja sama ekstra dari seluruh stakeholder untuk mencapai target vaksinasi di Pasaman Barat mengingat waktu yang diberikan sudah dekat.
Bupati Hamsuardi menambahkan bahwa Pasaman Barat sudah ditetapkan untuk melaksanakan PPKM Level 1 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri no 65 tahun 2021.