wisata lembah harau

Berkunjung ke Kota Bukittinggi, tak lengkap rasanya bila tak menyaksikan keindahan Lembah Harau. Nama Harau diyakini berasal dari kata parau, yang berarti suara serak.

Konon, daerah ini sering diterpa banjir dan tanah longsor yang yang menimbulkan teriakan. Saking seringnya berteriak, perlahan suara warga di sini menjadi serak. Dengan ciri khas suara serak ini, orang-orang akhirnya menyebut daerah tersebut dengan ‘orau’, kemudian berganti nama menjadi ‘arau’ hingga akhirnya menjadi ‘harau’.

Jika bicara soal keindahan, Lembah Harau tidak perlu diragukan lagi. Banyak orang menyebut keindahan Lembah Harau mirip dengan Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat

Adapun Lembah Harau terbagi dalam tiga area, yakni Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Setiap area memiliki nuansa objek wisata yang berbeda.

Tebing curam yang indah

Lembah Harau dikelilingi tebing granit terjal setinggi 100 sampai 500 meter. Keindahan tebing ini semakin sempurna kala berpadu dengan pemandangan alam yang asri dan menawan, seperti bentangan sawah dan pohon yang masih hijau dan rimbun. Tebing inilah yang selalu mengundang para fotografer datang dan mengabadikan keindahannya.

Air terjun

Di Lembah Harau, terdapat sembilan air terjun yang terbagi-bagi atas beberapa area. Setiap air terjun memiliki ketinggian yang berbeda-beda, yakni antara 50-90 meter.

Di area Aka Barayun, terdapat tiga buah air terjun yang salah satunya diberi tambahan kolam renang. Sementara di area Sarasah Bunta terdapat air terjun, yakni Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Angek. Penduduk sekitar percaya bahwa mandi atau membasuh muka di Sarasah Aie Luluih dapat mengobati berbagai penyakit dan menjadikan wajah cantik serta awet muda. Ada juga air terjun Sarasah Bunta yang menjadi favorit. 

Panjat tebing

Pagar tebing berbatu yang terjal dan memiliki relief menantang, tak heran bila Lembah Harau juga terkenal sebagai salah satu spot panjat tebing terbaik. Ada 300 titik panjat tebing di lembah ini, dengan kecuraman mencapai 90 derajat. Area paling berpotensi adalah Resort Aka Barayu, karena memiliki perbukitan berbatu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo).

Cagar alam

Lembah Harau berdiri di area seluas 270,5 hektar. Daerah ini resmi ditetapkan sebagai cagar alam pada 10 Januari 1993. Di sini, owa, kera serta berbagai satwa liar masih berkeliaran bebas. Ada pula monyet ekor panjang yang merupakan satwa endemik Sumatera, juga ada di sini. 

Nuansa Eropa

Lembah Harau tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tapi juga spot wisata kekinian, yakni Harau Dream Park. Saat berada di sini, kamu akan merasa seperti berada di luar negeri, karena terdapat replika Menara Eiffel, kincir angin Belanda, Jembatan San Fransisco di Amerika, Rumah Norwegia berwarna-warni dan Stone Henge.

Ada juga beragam wahana menarik lain seperti paralayang, balon udara, sampan, sepeda terbang, sepeda air dan ATV.

Lokasi Lembah Harau

Lembah Harau terletak di posisi yang strategis. Artinya, kamu dapat menjangkaunya dengan mudah. Ya, Lembah Harau berada persis di pinggir jalan raya yang menghubungkan Bukittinggi (Sumatera Barat) ke Pekanbaru (Riau).

Lembah Harau terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Terletak sekitar 138 km dari Padang, sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk masuk ke kawasan Lembah Harau, kamu harus membayar tiket masuk Rp20.000 per orang.

Fasilitas di Lembah Harau

Fasilitas di Lembah Harau sudah cukup lengkap. Kamu bisa menemukan homestay, tempat camping, tempat makan, mushola, dan toilet. Kamu juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling Lembah Harau

Diterbitkan oleh riska btr

berita terkait

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai